Musician profile

Risa Saraswati menjalani kehidupan di dua alam berbeda. Bukan, kehidupannya yang lain bukanlah di alam gaib. Namun Risa, selain menjalani kehidupannya sebagai penyanyi kini juga tercatat sebagai pegawai negeri sipil kota Karawang.
Jadi jika di akhir pekan ia dapat ditonton dan dielukan di panggung oleh orang banyak, di hari Senin hingga Jumat, Risa dapat dijumpai dengan seragam coklatnya, tengah makan rujak bersama para ibu-ibu pegawai negeri sipil lainnya

 

Egi Anggara adalah sosok gitaris flamboyan yang kerap terlihat acuh tak acuh dan penuh humor. Namun semuanya berubah ketika ia berada di dalam kamarnya untuk membuat aransemen musik. Di dalam kamar tidurnya, Egi menjadi sosok musisi yang serius dan tekun. Hasil ketekunannya dapat didengar pada empat lagu dalam ep Story of Peter dimana Egi dengan cerdas memberi ‘pakaian’ yang sangat pantas pada karya Risa Saraswati

 

Dalam 24 jam hidupnya, mungkin hanya enam jam Hin Hin Akew tidak memegang instrumen gitar. Itupun disaat ia tidur. Selain bermain band, ia juga aktif sebagai pengajar gitar di beberapa sekolah. Bermain bersama Sarasvati baginya adalah sebuah keseimbangan hidup. Jika pada band metalnya, Beside, Hin Hin menjelma sebagai gitaris metal yang garang, di Sarasvati, Hin Hin tampak lebih tenang dan bersahaja

 

Ferry yang akrab dipanggil Gembong adalah sosok seniman multi talenta dimana ia dapat menjadi keyboardis, komposer ataupun menjalani kehidupannya dalam ranah seni rupa. Lulusan FSRD ITB ini berjasa dalam menelurkan aransemen musikal untuk lagu “Bilur”, salah satu lagu terfavorit dari Sarasvati yang mengawinkan musik pop kontemporer dengan nafas tradisional Sunda

 

Bagi Yura, hidup itu selalu penuh kegembiraan. Maka dari itu Yura tidak pernah terlihat murung. Ia selalu riang dengan nada-nada positif yang keluar dari mulutnya. Mahasiswi komunikasi ini akrab dengan piano semenjak kecil. Ia besama Ferry Nurhayat yang merupakan kakak kandungnya, bertanggung jawab dalam unit papan sentuh yang merupakan instrumen musik utama dalam musik Sarasvati

 

Inilah sosok wanita yang sering terlihat berdiri di samping Risa Saraswati di panggung. Ia berdiri dalam rangka menjadi penyokong akan suara-suara latar yang menghantui suara indah dari Risa Saraswati. Mahasiswi hubungan internasional ini ialah sosok pemudi yang aktif dan populer di kalangannya. Dan rencananya ia akan menetaskan album debutnya pada tahun 2012 yang pasti akan membuatnya semakin aktif dan populer

 

Jangan menilai buku dari sampulnya adalah ungkapan yang cocok untuk disandingkan dengan Papay. Pemuda bertubuh mungil ini dari luar memang terlihat santun, pendiam dan tak berdaya. Namun jangan kaget saat ia berada di balik set drum. Papay dapat menjelma sebagai seorang drummer berbahaya yang galak dan tanpa ampun dalam memukuli drumnya. Ia merupakan anggota keluarga Sarasvati teranyar yang kami culik dari kelompok Karinding Attack

 

Seorang penulis yang membelah dirinya di Sarasvati dengan Ballads of The Cliche, sebuah entitas musik pop berbasis di Jakarta. Sejatinya seorang bassis, namun petikan gitar Dimas lah yang menghasilkan fondasi bagi single pertama Sarasvati, “Oh I Never Know”. Sehari-harinya Dimas adalah seorang penulis passionate yang senantiasa mencurahkan aspirasinya lewat thepopism.multiply.com serta kanal-kanal lainnya