Sarasvati

 

 

Ketika sebagian orang memilih kisah asmara, kesedihan, patah hati atau kisah hidup untuk dijadikan tema sebuah lagu, sebetulnya begitu pula dengan Sarasvati. Bedanya, kisah hidup yang disampaikan melalui lagu-lagu Sarasvati adalah kisah tragis dari “negeri seberang”.

Negeri seberang yang dimaksud di sini tentu saja bukan bentuk negara secara fisik tapi mungkin lebih tepat disebut “dunia lain”. Aroma horor, mistik, seram, mengalir keluar dari seluruh karya yang dibuat. Tapi itulah, begitulah adanya Sarasvati.

Digawangi oleh Risa Saraswati yang dianugerahi kelebihan untuk bisa berkomunikasi dengan mereka yang sudah berada di dunia lain, dengan utuh penuh, Sarasvati menangkap seluruh kisah yang disampaikan oleh Risa.

Sarasvati yang awalnya merupakan proyek solo setelah melewati beberapa proses kolektif dengan banyak musisi kemudian berubah menjadi sebuah band yang personilnya berjumlah 9 orang termasuk Risa sendiri.

Album “Story Of Peter” dirilis tahun 2010, menceritakan kisah Risa bersama kelima temannya yang tidak kasat mata di masa kecilnya. Kemudian dilengkapi dengan karya tulis Risa berjudul “Danur”. Tahun  2012, melalui sebuah konser bertajuk “Nishkala”, Sarasvati bercerita kembali dengan bahasa lagu tentang kisah-kisah Risa melalui sebuah album baru berjudul Mirror.

Saat ini, Sarasvati adalah Risa Saraswati (voc),  Hin-Hin Akew (guitar), Gallang Perdhana (bass), Gigi Priadji (sequencer), Iman Jimbot (kecapi suling), Kevin Renaldi(keybboard), Shella Safira (back voc) dan Fajar Shiddiq (drum).